Datanglah wahai pecinta Allah Damaikan hati dengan mengingat Nya Raihlah cintanya dengan mencintai kekasih Nya. Muhammad shallallahu alaihi wasallam
Sabtu, 25 April 2015
Nasehat Syeh Nadzim Al Haqqoni
Kebebasan tanpa batas, menjadi sumber semua persoalan” Mawlana Sheikh Nazim
Dengan Asma Allah, yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Audhu billahiminash shaytanirrajim, Bismillahir Rahmanir Rahim, alhamdulillahi Rabbil alamiin.
Ketika kalian tahu bahwa sesuatu perbuatan adalah dosa, kalian harus menghindarinya. Meskipun demikaian kadang-kadang dosa kita lakukan tanpa sengaja. Ketika hal ini terjadi, kalian merasakan sangat menyesal, yang akan terus menghantui dirimu sepanjang hidup atau bahkan sesudahnya. Sampai dengan Hari Pengadilan.
Oleh karena itu Kita wajib untuk mohon perlindungsn Allah agar tidak melakukan kesalahan tersebut. Kadang-kadang kalian ingat kembali atas dosa itu, api akan menyala didadamu. Kalian akan mempertanyakan kenapa aku lakukan dosa itu. Maka setiap kalian melakukan shalat untuk perlindungan, mohonkan agar dilindungi dari berbuat kesalahan.
Namun ego kita selalu mengambil langkah yang salah. Dia tidak ingin mengikuti tuntanan Baginda Nabi. Khususnya bagi anak-anak muda zaman sekarang. Mereka menuntut kebebasan. Kebebasan mereka artikan sebagai boleh melakukan apa saja yang disukai. Apapun yang disukai egonya. Namun setiap kali kalian menuruti egomu, kalian sedang dalam bahaya. Mungkin pada awalnya akan dirasakan kesenangan. Namun akan berakhir buruk. Semua hal-hal yang buruk akan dirasakan sebagai kenikmatan pada awalnya. Tapi akhirnya akan sangat mengerikan. Dan mereka sangat menyesal.
Sekarang ini sedang zamannya untuk menuntut kebebasan, kebebasan dan kebebasan. Padahal dimanapun diberikan kebebasan, disana tidak ada disiplin !.
Sebagai contoh kita lihat sebuah sekolah. Kalau tidak diajarkan disiplin, murid2nya tidak akan siap untuk menghadi pekerjaan dan masa depannya. Kalau murid-murid untuk bebas sepenuhnya didalam sekolah, tidak seorangpun akan lulus ujian. Tidak ada yang belajar tentang sesuatu.
Kita ini semua pernah sekolah. Dan kita sangat senang kalau bapak atau ibu guru hadir terlambat.tau bahkan sama sekali tidak hadir. Kita merasa sedang libur. Maka kalau masarakat berbuat bebas sekehendaknya maka tidak akan ada disiplin.
Permasalahan yang paling besar bagi setiap pemerintahan maupun masarakat ialah “kebebasan” ini. Setiap hari akan terjadi banyak pengaduan. “ Anak laki-laki saya melarikan diri…., anak gadis saya minggat….., isteri saya meninggalkan saya…., suami saya menghilang,… ibu saya tak pernah mengunjungi saya…..”
Itu semua adalah buah yang dipetik dari kebebasan yang berlebihan !. Ini adalah penyakit terbesar di zaman sekarang. Dan juga sumber dari semua persoalan. Orang-orang mencoba menyalahkan keadaan ekonomi, namun itu merupakan kebohongan. Dengan issu ini mereka menyembunyikan sumber sebenarnya. Bukan soal ekonomi. Ini adalah masah kepribadian kita !. Ini adalah hasil dari sistem pemerintahan kita. Hasil dari hasrat yang tidak henti-hentinya menuntut kebebasan. Dan tidak bisa dituntaskan dengan cara-cara kebebasan. Uang tidak menyelesaikan masalah. Ketika anak gadismu minggat, dapatkah uang membawanya pulang ?.
Kota kita ini seharusnya ditutup kegiatannya sesudah matahari terbenam. Karena disaat itulah kejahatan keluar dengan kekuatan 100 %. Baginda Nabi, Muhammad saw,-semoga kedamaian menyertai beliau,- berkata: “ Jangan biarkan anak-anak kecilmu, berada diluar rumah setalah matahari terbenam. Karena saat itulah jin memunculkan diri. Apabila kalian biarkan mereka diluar, maka 7 setan akan membayangi anak laki-laki mu. Dan 70 setan mengikuti anak perempuanmu”
Namun saat ini orang menerapkan cara hidup yang salah. Di negara-negara Barat ada begitu banyak setan yang berupa manusia. Mereka terpampang di majalah, surat kabar, siaran radio dan televisi, dvd, bioskop ……, semuanya menyesatkan manusia. Bahkan sekolah-sekolah, kurusus, dan universitas pun menyesatkan murid. Bahkan banyak pemerintahan yang membohongi rakyatnya. Semoga Allah mengampuni mereka.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar